April 27, 2019

Cerita pertama kali gigi anak copot

Cerita pertama kali gigi anak copot - Hari ini tanggal 27 april 2019, pastinya akan menjadi salah satu pengalaman yg tak terlupakan, karena pada hari ini, gigi anak pertama saya, Rafan, tanggal alias copot.. Rafan punya saudara kembar, namanya Ghaisan, mereka lahir tanggal 8 agustus 2014 yang berarti usianya sekitar kurang lebih 4 tahun 8 bulan. Saat gigi rafan copot saya agak khawatir sih sebenernya, apakah diusia segitu normal gigi anak mulai copot? Setelah si Rafan reda nangisnya gara-gara giginya copot, pokoknya setelah situasi kembali normal aman terkendali, hehe, saya pun mulai browsing..

Cerita pertama kali gigi anak copot

Jadi setelah saya membaca artikel, saya baru paham ternyata gigi anak copot untuk pertama kalinya sekitar usia 4,5 tahun sampai dengan 7 tahun. Jadi untuk usia Rafan masih tergolong normal yaa kalo gigi pertamanya sudah ada yang copot. Btw, copotnya gigi Rafan bukan karena copot sendirinya atau karena penyakit gigi, tapi karena kecelakaan saat main. Giginya bukan patah tapi copot dengan akar-akarnya dibarengi dengan keluarnya darah dari luka tempat gigi copot tersebut. Jika mengalami kondisi seperti itu, anak bisa diberikan obat penghilang sakit seperti ibuprofen atau acetaminophen. Tapi tidak diberikan obat juga gapapa karena sakitnya ga akan bertahan lama. Saat Rafan giginya copot pun dia tidak minum obat penghilang sakit, meskipun nangisnya lama sekali, tapi bukan karena sakitnya yang lama sih sepertinya, tapi dia ketakutan giginya ga akan tumbuh lagi dan dia bakal seterusnya ompong, yaa secara dia kan sering menyebut dirinya iron man, kalo iron man ompong terus apa kata dunia kali yaa.. hehe.. Dia terus nangis dan ngomong : “gigi Rafan ntar ga tumbuh lagi ya mah..?”, saya jawab : “ya tumbuh lagi dong nak.. yg copot kan namanya gigi susu, nanti tumbuh lagi gigi baru, namanya gigi dewasa yg lebih besar dan kuat.. sabar aja yaa, nanti insyaallah tumbuh lagi.. ngomong-ngomong, kalo iron man ompong emang kenapa? Ga akan keliatan juga sama musuh kalo giginya lagi ompong, kan iron man pake topeng.. Iya kan...? Lama kelamaan, nangisnya berhenti juga, hehe..

Berdasarkan kasus gigi anak saya yang copot, saya jadi tertarik untuk membahas tentang pergigian. Dimulai dari awal tumbuhnya gigi anak pada sekitar usia 6 bulan, gigi akan tumbuh dan lengkap mengisi sisi rahang atas dan bawah pada usia sekiar 2,5 sampai dengan 3 tahun. Gigi yang tumbuh tersebut dinamakan gigi susu dan jumlahnya sebanyak 20 buah. Set gigi susu ini akan bertahan hingga anak berusia 4,5 sampai dengan 7 tahun (rata-rata saat usia anak 6 tahun), dan kemudian akan tanggal/copot satu persatu untuk digantikan dengan gigi dewasa atau gigi permanen. Copotnya gigi anak, seperti telah disebutkan tadi, bisa karena copot dengan sendirinya, penyakit gigi atau seperti pada kasus Rafan yaitu kecelakaan (gara-gara si iron man tidak sengaja nabrak tembok.. hhmm...).
Pertanyaannya adalah saat gigi anak mulai goyang, apakah lebih baik dibiarkan saja sampai copot sendiri atau dibawa ke dokter gigi supaya dibantu giginya dicabut oleh dokter?

Menurut beberapa artikel yang saya baca, saat gigi anak goyang dimungkinkan gigi baru akan bersiap untuk tumbuh, jadi sebaiknya gigi yang goyang tersebut tidak dibiarkan terlalu lama untuk menghindari penumpukan gigi. Mama bisa membantu anak melepaskan giginya tanpa menarik paksa gigi karena dikhawatirkan dapat menimbulkan infeksi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu agar gigi goyang bisa segera copot/tanggal tanpa harus menyakiti dan memaksa. Salah satu caranya mama bisa meminta tolong anak agar dia mendorong giginya yang goyang dengan lidah atau tangannya yang bersih (mendorong disini bukan menarik paksa yaa). Ketika gigi susu sudah nyaris lepas bisa juga digunakan alat bantu seperti benang sehingga gigi susu tersebut dapat ditarik perlahan-lahan (jangan dipaksa), untuk mengukur tingkat kesakitan anak saat ditarik giginya. Atau bisa juga menggunakan makanan seperti apel atau ayam goreng, minta anak untuk menggigit makanan tersebut dan lihat apakah giginya dapat lepas. Untuk membantu mengurangi sakit dapat juga digunakan es krim yaa.. Alternatif terakhir adalah membawa anak ke dokter gigi, apalagi saat gigi permanen sudah terlanjur tumbuh sementara gigi susunya masih belum tanggal/copot. Penumpukan gigi tersebut dikhawatirkan bisa merusak struktur gigi anak kedepannya.


Sekian sharing pengalaman dan informasi mengenai pergigian, mudah2an bermanfaat bagi pembaca. Semoga kedepannya saya dapat menulis cerita dan informasi dengan tema mengenai hal-hal seperti kali ini, karena menurut saya, sebagai seorang ibu, topik pembicaraan yang paling seru dan menyenangkan pastinya adalah seputar perkembangan anak-anak kita. 

1 comment:

Subscribe FD